Kamis , 21 September 2017
Home / AGRI / Teknologi Untuk Menekan Gagalnya Bibit Sawit

Teknologi Untuk Menekan Gagalnya Bibit Sawit

Kelapa Sawit
Kelapa Sawit

Bisnis888.Com : Risiko bibit gagal atau jelek mencapai 30% dalam setiap pertanaman kelapa sawit (peremajaan) dan baru akan diketahui setelah 4–5 tahun.

Dengan teknologi genom, risiko bibit gagal atau jelek berkurang hingga hanya sekitar 0,5%,” ujar Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan pihaknya tengah mendorong peremajaan perkebunan rakyat. Salah satunya melalui penggunaan teknologi genomik untuk mengurangi resiko bibit-gagal dalam peremajaan.

”Teknologi ini yang ditawarkan untuk digunakan dalam peremajaan sawit di Indonesia. Dengan melakukan pencirian genomik berdasarkan peta-gen tanaman sawit untuk mengurangi bibit-gagal atau bibit-jelek dalam peremajaan.

Pada Perkebunan sawit rakyat, produktivitas mencapai 2-3 ton CPO (minyak sawit) per ha per tahun. Sedangkan pada perusahaan swasta telah mencapai 5-7 ton CPO per ha per tahun.

Sebagai sumber devisa negara dari sektor pertanian, pengembangan kelapa sawit harus semakin digencarkan, yakni dengan lebih meningkatkan produksi dan produktivitas. Cara yang konvensional, membutuhkan waktu cukup lama sampai bertahun-tahun.

Oleh karena itu, mengatasi masalah melalui penelitian di bidang pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika (teknologi genom), menjadi solusi yang efektif. Penyaringan genom (Genom Screening) dan pemetaan (Genom Mapping) di bidang teknologi mendeteksi akurasi kemurnian bahan tanam genetik tanaman kelapa sawit untuk benih unggul sangat menarik untuk diterapkan di Indonesia.

Selain itu, teknologi genom dapat mengatasi masalah-masalah lingkungan, yaitu pemanfaatan lahan yang dianggap merusak hutan. Dalam hal ini melestarikan hutan.

“Dengan memanfaatkan teknologi genom dapat diupayakan pengembangan kelapa sawit pada lahan terbatas dan kesuburan tanah rendah, namun, dapat menghasilkan produktivitas tinggi sehingga mengurangi penggunaan kawasan hutan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Irmidjati R Nurbahar.

Dengan memetakan genetik tanaman kelapa sawit tersebut melalui Peta genom, kita berharap bisa memperoleh benih/bahan tanam kelapa sawit yang unggul dengan spesifik ciri-ciri, yaitu: misalnya bahan tanam kelapa sawit yang tahan terhadap kekeringan, tahan terhadap penyakit, bahkan yang mempunyai produktivitas tinggi dan lain-lainnya, yang mempunyai keunggulan dibandingkan bahan tanam kelapa sawit lainnya. (rl)

 

Baca Juga

Labu raksasa

Labu Seberat 2 Ton Tumbuh di California Utara

Suatu organisasi sedang mengatur pengiriman labu kuning (pumpkin) raksasa itu ke New York untuk dipamerkan di kebun raya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz