Kamis , 21 September 2017
Home / ENERGY / Harga BBM / Subsidi Solar Akan Dipangkas 65 Persen

Subsidi Solar Akan Dipangkas 65 Persen

Sumber : Google
Spbu

Jakarta – Bisnis888.Com : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang semakin berkurang menyebabkan Pemerintah berencana menurunkan subsidinya dari Rp1.000 per liter jadi Rp350 per liter di dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016.

“Itu usulan Kementerian keuangan. Kami oke saja,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Sujatmiko di kantornya, Senin, 6 Juni 2016.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan angka itu sudah maksimal dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak acuan mean of platts Singapore (MOPS), dan harga minyak dunia yang diperkirakan berada di angka US$40 hingga US$50 per barel tahun ini.

Penyusutan ini, selain karena subsidi terpangkas, juga karena menguatnya nilai tukar rupiah dari Rp 13.900 per dolar menjadi Rp 13.500 per dolar. Turunnya asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dari US$ 50 ke US$ 35 juga turut mempengaruhi pagu subsidi.

Pemangkasan subsidi dijamin Sujatmiko tidak berpengaruh terhadap harga jual solar subsidi saat ini. Hingga sekarang solar subsidi dijual Rp 5.150 per liter. Kata dia, harga jualnya masih di bawah harga keekonomian, selama asumsi harga minyak dunia stabil di angka US$ 50 per barel.

“Itu masih pemikirannya seperti itu. Rencananya berlaku per 1 Juli 2016,” ujar Sujatmiko.  Ia menjelaskan nantinya dana subsidi yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk Dana Ketahanan Energi (DKE) dan Cadangan Minyak Strategis yang diperkirakan sekitar Rp1,6 triliun.

Jika nantinya dana tersebut bisa terkumpul tahun ini, maka pemerintah akan menggunakannya untuk Program Indonesia Terang (PIT). Sebagai informasi, data PT Pertamina (Persero) menunjukkan konsumsi solar subsidi pada 2015 tercatat sebesar 13,98 juta kilo liter (kl) atau menurun 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15,96 juta kl.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, dengan dipangkasnya subsidi tetap solar sebesar Rp650 per liter di RAPBNP 2016, maka akan menghemat anggaran negara hingga Rp23,1 triliun. Untuk itu, lanjutnya, alokasi anggaran subsidi BBM dan elpiji diusulkan turun, dari pagu saat ini Rp63,7 triliun menjadi Rp40,6 triliun.

“Kebijakan subsidi tetap solar Rp350 per liter (berlaku efektif) per 1 Juli 2016,” tegas Menkeu pekan lalu. (rl)

Baca Juga

Effendi Simbolon | Tribunnews

Effendi Simbolon: Kenapa Pak JK Bernafsu Naikkan Harga BBM?

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, mempertanyakan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tampak bernafsu menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz