Kamis , 21 September 2017
Home / EDUKASI / Selamat, Anda Menjadi Lebih Kaya tanpa Menambah Pekerjaan!

Selamat, Anda Menjadi Lebih Kaya tanpa Menambah Pekerjaan!

Ryan Filbert | Kompas
Ryan Filbert | Kompas

JAKARTA – Bisnis888.com : Suatu hari, seorang teman bertanya kepada saya, “Ryan menurut kamu, bila kamu membutuhkan uang seribu rupiah, lebih mudah mencari seribu rupiah atau berhemat seribu rupiah?”

Karena saya termasuk dalam kategori orang hemat (ini menurut teman-teman saya, sampai-sampai saya dijuluki Gober Bebek Muda), dengan cepat saya menjawab, “Lebih mudah berhemat seribu rupiah.” Teman saya pun mengiyakan jawaban saya.

Ya, meskipun sama-sama bernilai seribu, sering kali banyak orang berpikir bahwa bila kita merasa kurang, cari saja uang yang lebih banyak. Pertanyaannya sangat mudah, lalu kapankah Anda akan merasa cukup?

Manusia dilahirkan menjadi makhluk yang tidak mudah puas. Dalam kehidupan, dikenal sebutan ‘hal yang dibutuhkan’. Namun bukan hanya itu, ada juga ‘hal yang diinginkan’. Sekilas kedua hal ini tampaknya sama, tapi sebenarnya mereka adalah saudara jauh.

Dalam hidup, setidaknya kita pasti membutuhkan hal mendasar, dan di sekolah dasar kita mengenalnya sebagai kebutuhan primer. Salah satu contoh kebutuhan primer yaitu makanan (pangan).

Namun bila ditanya, “Ingin makan apa?” jawabannya bisa seribu satu macam, dan tentunya juga seribu satu harga , padahal kebutuhannya cuma satu. Makan untuk tetap hidup, tetap sehat, dan bisa melanjutkan hari esok. Artinya, keinginan manusia terhadap pemenuhan kebutuhan bisa sangat berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Saya sangat puas dengan sepiring nasi dengan lauk tahu dan tempe, tapi ada orang lain yang kalau tidak makan tahu dan tempe dari restoran XYZ, tampaknya dia belum puas.

Seperti yang kita ketahui, meskipun sama-sama tahu tempe, tapi bila sudah masuk ke restoran, harganya pasti akan jauh lebih mahal. Kadang kita hanya terfokus untuk berusaha meningkatkan pendapatan agar bisa memenuhi keinginan, bukan kebutuhan. Alhasil, sebenarnya kita tidak bertambah kaya sama sekali, bahkan sebenarnya malah bertambah miskin!

Wah, bagaimana mungkin?

Begini sederhananya, masalah yang saya lihat dari teman-teman di sekitar saya yang bekerja adalah, mereka sangat membutuhkan pengakuan. Jadi, seiring dengan bertambahnya penghasilan atau meningkatnya jabatan , mereka perlu menunjukkan status jabatan dan penghasilannya, melalui penampilannya. Dan mereka membayar penampilan tersebut dengan harga yang jauh lebih mahal daripada kenaikan penghasilan dan jabatannya.

Jadi, bila hari ini kita merasa kekurangan, bisa saja sebenarnya Anda sudah cukup kaya. Anda hanya perlu melatih diri untuk mampu berhemat, bukan malah bekerja lebih keras untuk mencari uang. Uang adalah budak yang baik, tapi tuan yang amat buruk. Jadi, kita harus sangat berhati-hati dengannya.

Buatlah daftar pemasukan dan pengeluaran Anda. Mulailah melihat yang mana kebutuhan, dan mana yang keinginan. Gantilah keinginan Anda menjadi yang lebih murah, sesuatu yang dikenal dengan substitusi (penghematan), lalu hilangkanlah yang Anda anggap berbiaya besar (efisiensi) tapi tidak berdampak pada hidup Anda.

Selamat menjadi lebih kaya tanpa menambah pekerjaan dan penghasilan Anda. Hal ini sulit untuk dilakukan, namun ingatlah, kenikmatan sesaat biasanya akan membawa penderitaan jangka panjang.

Salam Investasi untuk Indonesia

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Berusia 28 tahun, Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi dan Hidden Profit from The Stock Market. Di bulan Oktober Ryan Filbert menerbitkan 2 seri buku baru pada trading saham berjudul ‘Bandarmologi’ dan investasi pada properti ‘Rich Investor from Growth Property’.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko | Kompas.com

 

Baca Juga

Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

Guru Protes Materi Pacaran di Buku Olahraga

Buku sekolah terbaru keluaran pemerintah menuai masalah. Kali ini isi buku teks pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas XI SMA sederajat, diprotes guru serta warga.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz