Rupiah Makin Menguat, Harga Emas Antam Makin Melemah

ilustrasi-emas-Angpao888-Okezone-08072014
Ilustrasi emas Antam. (Foto: Okezone) | Dibaca 17

JAKARTA - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun seiring dengan penguatan Rupiah. Emas produksi perusahaan Plat Merah ini turun harga Rp2.000 per gram.

Penguatan Rupiah mulai terjadi dalam beberapa hari belakangan. Rupiah menguat dari level Rp12.000 per USD hingga level Rp11.680 per USD pagi ini.  Seperti dilansir dari situs Logammulia, Senin 8 Juli 2014, harga beli kembali juga ikut merosot Rp4.000 dan kini bertahan di Rp487.000 per gram.

Sementara itu harga emas 2 gram saat ini berada di harga Rp1,044 juta per bar dengan harga Rp522 ribu per gram. Harga emas 2,5 gram parkir di Rp1,295 juta per bar dengan harga per gram Rp518 ribu.

Harga emas 3 gram berada pada posisi Rp1,548 juta per bar dengan harga per gram Rp516 ribu. Emas 4 gram dijual Rp2,052 juta per bar dengan harga per gram Rp513 ribu. Emas 5 gram dijual Rp2,565 juta per bar dengan harga per gram Rp513 ribu.

Harga emas 10 gram dijual Rp5,080 juta per bar dengan harga per gram Rp508 ribu. Harga emas 25 gram dibanderol Rp12,625 juta per bar dengan harga per gram Rp505 ribu. Emas 50 gram dijual Rp25,200 juta per bar dengan harga per gram Rp504 ribu.

Harga emas 100 gram dijual Rp50,350 juta per bar dengan harga Rp503.500 per gram. Emas 250 gram dijual pada harga Rp125,750 juta per bar dengan harga penjualan per gram Rp503 ribu. Kemudian emas 500 gram dijual dengan harga Rp251,300 juta per bar per bar dengan harga jual Rp502.600 per gram.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) dibuka menguat 31 poin atau setara dengan 0,27 persen ke Rp11.681 per USD. Rupiah pagi ini bergerak di kisaran Rp11.680–Rp11.707 per USD.

 

Jelang Pilpres, Rupiah Dibuka Menguat di Rp11.680/USD

Nilai tukar Rupiah semakin menguat seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) karena menanti keputusan Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve. Rupiah nampaknya tidak terpengaruh dengan sentimen pemilu yang akan dilangsungkan besok.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (8/7/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) dibuka menguat 31 poin atau setara dengan 0,27 persen ke Rp11.681 per USD. Rupiah pagi ini bergerak di kisaran Rp11.680-Rp11.707 per USD.

Dolar AS mulai kehabisan tenaga di pasar Asia. Meski demikian, Greenback berhasil mempertahankan sebagian besar keuntungan yang dibuat pada pekan kemarin, setelah data gaji dan tenaga kerja yang mencatat kenaikan tinggi.

Kinerja loyo Greenback terjadi karena imbal hasil US Treasury tergelincir, setelah Wall Street berbalik ke zona negatif menjelang musim laba kuartal kedua mulai minggu ini.

Euro diperdagangkan di atas USD1,3600 per euro dari sebelumnya USD1,3576 per euro. Baik euro dan dolar sedikit melemah terhadap yen menjadi 138,60 per yen Jepang dan USD101,84 per yen Jepang.

Sementara dia Asia, beberapa data lapis kedua masih menjadi perhatian investor, menjelang angka inflasi dari China. Selain itu, investor masih menanti rapat terbaru dari Bank Sentral Amerika the Federal Reserve. (mrt)

Oleh Martin Bagya Kertiyasa | Okezone 

Comment Here