Kamis , 21 September 2017
Home / ASURANSI / Produk Asuransi Adira Dibuat Sederhana

Produk Asuransi Adira Dibuat Sederhana

Tender Tol Dimenangkan Jasa Marga Jakarta – Bisnis888.Com : PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berhasil memenangkan tender konsesi 4 jalan tol baru sepanjang 251,87 km. Proyek tol baru ini menambah jumlah tol yang akan dikelola Jasa Marga menjadi  1.225 km dibanding sebelumnya 987 km di akhir tahun 2015 .  Empat tender proyek jalan tol baru yang dimenangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator tol yaitu Tol Batang-Semarang (75 km), Tol Pandaan-Malang (37,62 km), Tol Balikpapan-Samarinda (99,35 km), dan Tol Manado-Bitung (39,9 km).  Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/6).  Keempat proyek jalan tol baru tersebut memerlukan investasi Rp32,1 triliun, dengan rincian Tol Batang-Semarang butuh Rp11,04 triliun, Tol Pandaan-Malang Rp5,97 triliun, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Rp9,97 triliun dan Jalan Tol Manado-Bitung Rp5,12 triliun.  Biaya investasi tersebut termasuk dalam 17 proyek jalan tol Jasa Marga yang mencapai Rp74,42 triliun. Untuk Ruas Tol Batang-Semarang, Konsorsium Jasa Marga dengan Waskita Toll Road telah mendirikan Anak Perusahaan baru yaitu PT Jasamarga Semarang Batang dengan komposisi kepemilikan Jasa Marga 60 persen dan Waskita Toll Road 40 persen. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk proyek Tol Batang-Semarang tersebut telah ditandatangani pada tanggal 27 April 2016.  Sedangkan, PPJT untuk proyek Tol Pandaan-Malang, Balikpapan-Samarinda, dan Manado-Bitung masih dalam proses persiapan penandatanganan dengan tetap mempertahankan Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas.  Dikuartal pertama tahun ini, Jasa Marga mencatat pertumbuhan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas publik sekitar 16,67% menjadi Rp408,520 miliar, dari periode serupa tahun sebelumnya Rp350,130 miliar. Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Mohammad Sofyan pernah mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan tol dan usaha lain sekitar 15,4% atau mencapai Rp2,04 triliun dan pendapatan tol sebesar Rp1,91 triliun atau naik 15,5%. ”Peningkatan pendapatan tol ini sebagian besar merupakan kontribusi dari kenaikan tarif tol yang terjadi pada November 2015, di mana sebanyak 12 ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga mengalami kenaikan tarif rata-rata sebesar 13%," ujar Sofyan. Selain itu, meningkatnya pendapatan tol juga ditopang oleh kenaikan volume lalu lintas transaksi di ruas-ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga sebesar 6,7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.  Di sisi beban usaha, pos beban usaha tanpa konstruksi sebesar Rp1,11 triliun atau naik 9% selama tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban depresiasi sebesar 12,9%, sebagai konsekuensi dari beroperasinya jalan tol baru.  Tender Tol Dimenangkan Jasa Marga Jakarta – Bisnis888.Com : PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berhasil memenangkan tender konsesi 4 jalan tol baru sepanjang 251,87 km. Proyek tol baru ini menambah jumlah tol yang akan dikelola Jasa Marga menjadi  1.225 km dibanding sebelumnya 987 km di akhir tahun 2015 .  Empat tender proyek jalan tol baru yang dimenangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator tol yaitu Tol Batang-Semarang (75 km), Tol Pandaan-Malang (37,62 km), Tol Balikpapan-Samarinda (99,35 km), dan Tol Manado-Bitung (39,9 km).  Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/6).  Keempat proyek jalan tol baru tersebut memerlukan investasi Rp32,1 triliun, dengan rincian Tol Batang-Semarang butuh Rp11,04 triliun, Tol Pandaan-Malang Rp5,97 triliun, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Rp9,97 triliun dan Jalan Tol Manado-Bitung Rp5,12 triliun.  Biaya investasi tersebut termasuk dalam 17 proyek jalan tol Jasa Marga yang mencapai Rp74,42 triliun. Untuk Ruas Tol Batang-Semarang, Konsorsium Jasa Marga dengan Waskita Toll Road telah mendirikan Anak Perusahaan baru yaitu PT Jasamarga Semarang Batang dengan komposisi kepemilikan Jasa Marga 60 persen dan Waskita Toll Road 40 persen. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk proyek Tol Batang-Semarang tersebut telah ditandatangani pada tanggal 27 April 2016.  Sedangkan, PPJT untuk proyek Tol Pandaan-Malang, Balikpapan-Samarinda, dan Manado-Bitung masih dalam proses persiapan penandatanganan dengan tetap mempertahankan Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas.  Dikuartal pertama tahun ini, Jasa Marga mencatat pertumbuhan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas publik sekitar 16,67% menjadi Rp408,520 miliar, dari periode serupa tahun sebelumnya Rp350,130 miliar. Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Mohammad Sofyan pernah mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan tol dan usaha lain sekitar 15,4% atau mencapai Rp2,04 triliun dan pendapatan tol sebesar Rp1,91 triliun atau naik 15,5%. ”Peningkatan pendapatan tol ini sebagian besar merupakan kontribusi dari kenaikan tarif tol yang terjadi pada November 2015, di mana sebanyak 12 ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga mengalami kenaikan tarif rata-rata sebesar 13%," ujar Sofyan. Selain itu, meningkatnya pendapatan tol juga ditopang oleh kenaikan volume lalu lintas transaksi di ruas-ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga sebesar 6,7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.  Di sisi beban usaha, pos beban usaha tanpa konstruksi sebesar Rp1,11 triliun atau naik 9% selama tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban depresiasi sebesar 12,9%, sebagai konsekuensi dari beroperasinya jalan tol baru.  Thicksurance.Com

Thicksurance.Com

Jakarta – Bisnis888.Com : Direktur Adira Insurance Indra Baruna mengatakan sebuah solusi agar masyarakat tertarik menggunakan produk sehingga laju penetrasi terhadap bank semakin tinggi yaitu dengan desain produk asuransi yang sederhana dan tidak rumit

“Solusinya adalah kita harus mulai sosialisasi dan mempromosikan produk mulai dari yang simple dulu. Jangan bikin produk yang ruwet dan buat masyarakat susah paham. Produk asuransi harus simple, murah dan mudah didapatkan,” kata Indra usai diskusi perkembangan syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (8/6) malam.

“Kita tidak akan mampu melakukan sosialisasi sendiri. Jadi memang dari industri yang berkaitan harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, industri perbankan baik konvensional dan syariah juga turut berdampak di tengah situasi perlambatan ekonomi, namun jika produk dibuat sesederhana dan dekat dengan masyarakat tentunya dapat bertahan, bahkan tumbuh di atas rata-rata industri sejenis.

Selain itu,kesadaran masyarakat akan manfaat asuransi masih rendah  sehingga soisalisasi harus ditingkatkan.

Adira Insurance sejak didirikan 2002 menyediakan produk konvensional dan syariah dengan sejumlah produk unggulan, antara lain asuransi kendaraan bermotor, yaitu Autocillin untuk mobil, Motopro untuk motor dan asuransi kesehatan Medicillin.

Asuransi kesehatan merupakan salah satu asuransi sederhana yang terus berkembang pesat.  Adira Insurance sendiri memiliki produk asuransi kesehatan “Medicillin” dan asuransi demam berdarah.

Ia menjelaskan kontribusi penjualan asuransi syariah secara langsung (direct selling) masih sangat kecil sehingga perlu seseorang atau pihak lain untuk meyakinkan bahwa produk asuransi yang dipasarkan dapat menjamin kenyamanan pelanggan.

“Secara produk memang sosialisasinya menumpang dengan produk lain, misalnya leasing ambil motor, ada penawaran asuransi. Kalau terjadi sesuatu saat berkewajiban membayar pinjaman, ini menjadi utang. Solusi yang kita sediakan adalah memberi proteksi agar orang tersebut tidak terjebak dalam utang,” ujar Indra. (rl)

Sumber : Antara

Baca Juga

ilustrasi

Perusahaan Asuransi Terus Benahi Unit Syariah demi Spin Off

Perusahaan asuransi terus mengembangkan potensi bisnis syariah di tanah air. Hal ini terlihat dari langkah langkah perusahaan dalam mengembangkan produk ataupun memperkuat modal.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz