Kamis , 21 September 2017
Home / PERBANKAN / Lagi-Lagi BPR Ditutup Karena Fraud

Lagi-Lagi BPR Ditutup Karena Fraud

Sumber : Google
Sumber : Google

Jakarta – Bisnis888.Com : Dalam 4 bulan ini  ditahun 2016 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menutup  empat bank perkreditan rakyat (BPR) akibat gulung tikar.

OJK tercatat telah melikuidasi BPR Dana Niaga Mandiri dari Makassar, Sulawesi Selatan, terhitung mulai 13 April 2016 dan BPR Syariah (BPRS) Al Hidayah, Jawa Timur, terhitung mulai 25 April 2016.

Sebelumnya, BPR Mitra Bunda Mandiri dari Sumatra Barat dan BPR Agra Arthaka Mulya dari Yogyakarta yang dilikuidasi OJK, tepatnya pada Januari 2016.

Penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kondisi setahun sebelumnya terjadi pada kondisi keuangan dua BPR tersebut pada 2015  . Aset BPR Dana Niaga Mandiri tercatat turun dari Rp26,78 miliar pada 2014 menjadi Rp17,28 miliar.

Sama halnya dengan BPRS Al Hidayah, asetnya turun Rp5,71 miliar, dari Rp22,81 miliar menjadi Rp17,10 miliar. Namun OJK maupun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak memerinci apa yang menjadi penyebab kedua BPR tersebut dilikuidasi.

Sedangkan untuk pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah kedua BPR tersebut, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang layak dan tidak layak dibayar, hal ini dijelaskan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan.

Menurut Ketua Umum Perbarindo, Joko Suyanto, penerapan GCG dan manajemen risiko yang baik tidak hanya menghindarkan BPR dari potensi fraud, tapi juga dapat meningkatkan kinerja keuangan BPR.

Penerapan tata kelola penting dilakukan karena risiko dan tantangan yang dihadapi BPR tak hanya berasal dari eksternal, tapi juga internal BPR itu sendiri.

Dalam hal ini tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) sangat diperlukan agar perbankan dapat bertahan dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang makin ketat serta dapat menerapkan etika bisnis sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan.

“Tidak adanya penerapan GCG dan manajemen risiko membuat banyak BPR melakukan kecurangan atau fraud sehingga banyak BPR yang ditutup operasinya,” ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, Budi Armanto. (rl)

Sumber : Infobank

Baca Juga

SURYAMIN, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

OJK: Kualitas Kredit Rentan Memburuk

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan perbankan untuk menjaga kualitas aset kerena hingga kuartal I 2015 gejala pemburukan di beberapa sektor telah tampak.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz