Bank Bukopin Sebaiknya Caplok Aset Cipaganti

cipaganti-Rental-Angpao888-Kontan-24062014
Ilustrasi kantor Cipaganti | Baihaki/KONTAN | Dibaca 33

JAKARTA – Bisnis888.com : Bisnis transportasi PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) menelan pil pahit atas kasus penggelapan dana koperasi Cipaganti oleh mantan Direktur Utamanya Andianto Setiabudi. Pasalnya, belum juga selesai mengganti dana nasabahnya, perseroan kini dihadapkan kesulitan membayar utang kepada PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) sebesar Rp 43,36 miliar.

Pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila, Agus Irfani mengatakan, antara Koperasi Cipaganti dengan PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) adalah entitas yang berbeda. “Seharusnya antara Koperasi Cipaganti dengan PT Cipaganti Citra Graha berbeda pengelolaan akan tetapi kenyataannya malah tumpang tindih pengelolaan. Ini yang salah,” kata Agus saat dihubungi Neraca, Selasa (15/7).

Dia menjelaskan, kemungkinan bayar oleh Koperasi Cipaganti sangat sulit karena kedua core usaha tersebut yang berbeda. “Meskipun ada sangkut pautnya dengan induk usaha yaitu Cipaganti, akan tetapi jika PT Cipaganti yang terdaftar di bursa efek mengganti rugi dari yang dialami oleh Koperasi Cipaganti maka akan banyak ditolak oleh para pemegang saham dari Cipaganti. Kalau Cipaganti membuat RUPS, maka saya kira akan banyak penolakan untuk membayar utang dari Koperasi Cipaganti,” tukasnya.

Meskipun pengelolaan antara Koperasi Cipaganti dengan PT Cipaganti berbeda, sambung Agus, akan tetapi para investor punya stigma bahwa kedua perusahaan tersebut mempunyai manejemen yang sama sehingga sulit untuk mendapatkan izin dari para pemegang saham PT Cipaganti.

Lebih jauh lagi, Agus mengatakan, jika Koperasi Cipaganti belum juga memiliki calon pemodal sementara batas waktu pengembalian utang sudah jatuh tempo maka bisa saja Bank Bukopin menyita aset dari Koperasi Cipaganti. “Akan tetapi perlu koleteral,” tambahnya.

Agus juga menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut turut serta mengawasi kasus ini. “Artinya kedua lembaga tersebut hanya sebagai penghubung antara Bank Bukopin dengan pihak Cipaganti baik itu Koperasinya maupun perusahaannya. Jadi sifatnya kordinatif,” pungkasnya.

Sementara Corporate Secretary PT Cipaganti Citra Graha Tbk, Toto Moeljono mengakui, pihaknya tengah mencari pihak yang mau membayar kreditnya kepada PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Pasalnya, fasilitator utang tersebut, yakni Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada sedang menghadapi gugatan pailit.

 

Pages: 1 2

Comment Here